Puisi Bapak BJ Habibie “Seribu” – Mengenang 1000 Hari Ibu Ainun


Lagi-lagi saya menulis hal-hal yang berkaitan dengan Pak Habibie, memang nggak ada bosannya, apalagi Film Habibie-Ainun menjadi nomor satu di Indonesia dan merupakan film yang paling banyak ditonton. Sosoknya yang begitu lembut, berwibawa dan romantis menjadikan beliau sosok yang menjadi idaman para wanita. :D

Rasa cinta yang mendalam tidak hanya dirasakan oleh pasangan muda-mudi saja yang sedang menjalin hubungan asmara dengan pasangannya. Perasaan cinta yang dalam juga di ungkapkan oleh mantan Presiden Indonesia, BJ Habibie terhadap almarhumah istrinya, Ainun. Melalui sebuah puisi, BJ Habibie membuatkan sebuah puisi indah untuk mengenang sang istri tercinta yang sudah berpulang 1000 hari lalu. Puisi tersebut berjudul “Seribu” dan dibacakan oleh Bapak BJ Habibie saat syukuran 1000 hari Ainun di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta Selatan pada hari Jum’at 15 Februari 2013. Hebatnya, Pak Habibie tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuat puisi yang indah tersebut, karena pada dasarnya menulis puisi adalah salah satu hobi BJ Habibie. Puisi-puisi buatan Pak Habibie ini tidak banyak gombal tetapi mengena di hati. Suka deh! :)

Puisi ini saya dapatkan pada salah satu acara TV stasiun swasta yang dibawakan oleh Desi Ratnasari, saat Pak Habibie membacakannya, saat itu pula saya merekamnya :D . Oya, saat beliau membacakan puisi tersebut, diiringi oleh musik instrument lagu cinta sejati Bunga Citra Lestari, tau dong yah lagu itu ;) , Lagu Ost Film Habibie-Ainun yang liriknya juga begitu indah, menambah suasana romantis saat beliau membacakannya. ;) Saking terharunya, Desi Ratnasari pun meneteskan air matanya ketika Pak Habibie membacakan ungkapan cinta kepada almarhumah istrinya melalui sebuah puisi.

Berikut ungkapan cinta Bapak BJ Habibie yang berjudul Seribu”.

Seribu

Sudah Seribu hari Ainun pindah ke dimensi dan keadaan berbeda.

Lingkunganmu, kemampuanmu, dan kebutuhanmu pula berbeda.

Karena cinta murni, suci, sejati, sempurna dan abadi tak berbeda. Kita tetap manunggal, menyatu dan tak berbeda sepanjang masa.

Ragamu di Taman Pahlawan bersama Pahlawan bangsa lainnya. Jiwa, roh, bathin dan nuranimu menyatu denganku.

Di mana ada Ainun ada Habibie, di mana ada Habibie ada Ainun.

Tetap manunggal dan menyatu tak terpisahkan lagi sepanjang masa. 

 Titipan Allah bibit cinta Ilahi pada tiap insan kehidupan di mana pun.

Sesuai keinginan, kemampuan, kekuatan dan kehendak-Mu Allah. Kami siram dengan kasih sayang, cinta, iman, taqwa dan budaya Kami, Yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi sepanjang masa.

Allah, lindungi kami dari godaan, gangguan mencemari cinta kami. Perekat kami menyatu, manunggal jiwa, roh, bathin dan nurani kami. Di mana pun, dalam keadaan apa pun kami tetap tak terpisahkan lagi. 

Seribu hari, seribu tahun, seribu juta tahun ……….. sampai akhirat !

Bacharuddin Jusuf Habibie

Jakarta, 15 Februari 2013

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s